Dalam hidup yang mengembara dari hati ke hati, melangkah kadang gegabah,.. aku Anita Mahasiswa semester 2 Progdi Matematika di Universitas X yang sering di juluki si Pintar.. Julukan itu sebenarnya beban bagiku,.. banyak yang mendekatiku karena aku Pintar dan akupun hanya dimanfaatkan saja. Tugas yang begitu banyak menjadi prioritas utama untuk menjadi lebih dari orang Pinter. Penampilan yang Culun membuat jauh Jodohku, mana ada cowok yang mendekatiku dengan gaya yang Norak, Pakai rok dan rambut di kuncir satu, di tambah pakai kacamata dan gigi berbehel.
“Lagi buat tugasnya Bu Niken.” Balasku asal.
“Kamu sudah buat? Aku boleh pinjam kan. Ah pasti boleh. Terimakasih ya.”
Tanpa sempat aku membalas pertanyaannya, Joko langsung menyambar tugas yang sedari tadi aku kerjakan. Aku tak mampu mengambil tugas itu dari tangannya.
Aku sering minder bila dekat dengan teman-temanku yang terkenal Modis,.. temenku yang bernama Sari yang terkenal cantik membuat para cowok nempel kayak perangko.. Sari, yang selalu pakai bedak, lipstick,blasson, mascara membuat lebih indah di mukanya.. beda dengan aku yang tidak sekalipun memakai make up. Yach.. yang penting apa adanya ya…
Kuliah yang panas membuat banyak keluhan di kelasku terutama si Rina, teman yang dekat sama aku yang sama Culunnya sama aku tapi bedanya dia malas belajar jadinya IPnya selalu 2,07, tapi ya gitu-gitu juga teman dekatku yang selalu ada di sampingku. Hanya dialah satu-satunya teman yang selalu ada saat aku senang maupun sedih.
“Hari ini kok panas banget ya An,?” tegur Rina dengan lolipop memenuhi mulutnya.
“Iya ni, ac nya mati.”
Aku memperhatikan sekitarku. Semua anak merasa kegerahan. Dan sudah pasti dalam keadaan bosan. Hari ini mata kuliah yang paling membosankan yang pernah kualami selama kuliah di sini. Dosen pengampunya yang membuat kami sering merasa bosan. Beliau sangat senang menjelaskan untuk dirinya sendiri. Aku yang tergolong pintar dikelas saja tidak paham tentang apa yang dijelaskan. Apalagi yang kemampuannya dibawahku.
Dari pojok depan sampai pojok belakang anak-anak malah asyik dengan kegiatannya sendiri. Si centil Sari sedang asyik memoleskan bedak ke pipi merahnya itu. Bahkan ia tak segan-segan melingkarkan lipstik ke bibirnya. Kegiatan tersebut kadang teramati oleh dosen. Tapi sikapnya acuh saja. Tak menghiraukan.
Andre cowok popular di kalangan Mahasiswa di Angkatanku,.. orangnya pintar, rajin, ganteng and murah senyum. Itu baru sepengetahuan pribadinya yang sementara. Joko, cowok yang sering menjahili teman-teman dan kadang Dosen pun di jahilinya. Dia takpernah diam kayak cacing kepanasan. Dan yang aku benci dari dia, adalah ulahnya yang sering mengambil tugasku tanpa permisi.
“Hai An, makin hari kok makin aneh saja?” ejek Sari. Aku hanya terdiam. Yang membuat aku kecewa adalah dia menggandeng tangan Andre.
“Bisa lepasin tanganku?” perintah Andre. Hal ini membuat tawaku terkekeh. Sari yang melihat hal itu langsung memelikkan matanya. Bola mata itu membesar seakan mau jatuh dari tempatnya.
Hari-hariku penuh dengan tantangan kehidupan,karena bagi orang-orang yang jelek seperti aku ini sering menjadi bulan-bulan para gadis yang cantik. Huff.. bila aku ketemu orang cantik rasanya aku ingin berdoa “semoga seluruh dunia yang paling cantik itu aku” (mulai serakah dech..) nasib-nasib.Aku kok jadi orang jelek sich.. ibuku nyidam apa to saat aku dalam kandungan?? Mungkin makan Asem kale. habisnya wajahku selalu masam dan ketiakku pun asem?? Mak e… mbok yo pas nyidam makan gula biar aku manis (ibu.. kenapa kamu enggak nyidam makan gula biar aku manis)aaccchhhhhhh…..
Ingin ke salon tapi. aku takut..!!! di tambah aku nggak punya duit buat ke salon?? Rina sering mengajakku kesalon, tapi aku selalu menolaknya. Dengan alasan yang ini-itu. Padahal kalau aku di Desa aku yang paling Cantik sendiri habisnya di Desa nggak ada anak yang seusiaku paling yang ada bocah ingusan aja jadi yang aku yang paling cantik .
Ow iya… ini kuliah bu Linda.. Dosen centil yang selalu pakai baju yang ada belahan dadanya..huh!! seperti celengan saja.. wah.. anak-anakcowok pada sering berebut duduk di depan, para cewek di ungsikan di tempat duduk paling belakang. Apalagi aku, aku pasti dapat tempat duduk di pojok belakang.
”Perhatian..perhatian khusus Orang jelek di larang duduk di depan, nanti aku terinfeksi dari kejelekannya!!” ucap mereka dengan tawa yang lebar. Kontan para penghuni kelas menatap kearahku.
“Emangnya para cowok-cowok pada ganteng semua, padahal kulitnya gosong kayak pantat wajan!! Seperti aku dunk.. walau aku jelek tapi kulitku kuning langsat..!!” gerutuku dalam hati.
Awas kalian kalau aku kelak berubah jadi cantik, pasti kalian akan aku buang!! (dendam membara) tiba-tiba datang Iyut, cewek mentel yang sok OK.
“Heh.. kamu geser dunk… ini tempat duduk khusus orang cantik!!”
Busyet nyuruh-nyuruh pindah tempat duduk padahal aku sudah di tempat duduk urutan ke dua paling pojok. Memangnya Cuma dia apa yang paling cantik. Si Iyut cewek mentel padahal aku tau semua di balik dari kecantikan dan kemolekannya,.. begini ceritanya..
Saat aku maen di kosnya temenku yang beda kelas sama aku dan satu kos dengan Iyut,temenku itu namanya adalah Iis. Saat itu aku ijin mau ke kamar mandi untuk pipis.. eh..tidak sengaja aku melihat Iyut menata buah dadanya..e..e.. tapi kok buah dadanya bisa naik turun ya? Aku jadi penasaran.. akhirnya aku mengintip Iyut .. e..e.. wealah.. buah dadanya itu palsu, alias tambahan. Dadanya di sumpeli sama kaos kaki dan di beri BH yang gabus jadi terlihat montok, padahal dadanya yang sebenarnya itu datar. Walah.. gitu kok kalau di kelas sok gaya. Iyut selalu jalan sambil membusungkan dada, kagetnya aku yang sampai mataku melotot dan mataku hamper copot, saat cuci muka di kamar mandi,aku lihat alisnya Iyut hilang. Dan baru aku sadari kalau alisnya tersebut adalah alis palsu.
Dasar cewek jadi-jadian, Iyut itu cewek atau setan sih? Masak nggak punya Alis ?apalagi aku dengar dari gossip teman-teman kelas,Iyut suntik silicon di hidungnya, makannya jadi mancung. Itupun baru Iyut… belum cewek2 lainnya lho..
Ow ya kembali di kuliahnya Bu Linda yang seksi,.. Cowok2 pada ngiler saat bu Linda mengambil bolpoinnya yang jatuh di lantai, belahan dadanya bu Linda tampak jelas sekali. Memang aku duduk paling pojok jadinya aku tau kelakuan cowok-cowok itu saat melihat belahan dadanya Bu linda. Seahurusnya kampus memberikan peringatan yang tegas terhadap dosen-dosen yang berpenampilan seronok.
Kuliah selesai tepat jam 10.20 dan nanti ada kuliah lagi jam 11.00, untuk mengisi waktu kosongku, aku pergi beli bakso bersama temandekatku, Rina. Setelah sampai di warung bakso eh ada cowok ganteng yang lagi makan bakso ngelirik aku, akupun jadi GR dan semangat untuk cari tempat duduk di warung setelah memesan bakso,.. saat aku membalas lirikkannya.. diapun senyum sambil menampakkan giginya, eh.. malah di giginya ada kulit cabe merah yang nempel di gigi,walah.. aku spontan jadiilfill, ganteng-ganteng kok giginya ada cabenya?? . akhirnya yang semula senyumku yang manis untuknya berubah menjadi senyum masam.
Akhirnya aku pindah tempat duduk biar aku nyaman makan baksonya. Satu menit kemudian baksopun sudah jadi dan kamipun menikmati bakso tersebut dengan lahap.
“Ada Andre Rin!” aku berbisik kepada Rina yang langsung keselek melihat tingkahku.
“Iya, aku juga lihat.” Jawabnya malas.
“Tapi kok dia tidak melirik aku ya...”
“Kamu mau Andre melirik kamu dan bahkan dia bisa selalu menyapamusetiap hari?”
“Ya maulah. Memangnya pa yang harus aku lakukan?”
“merubah dirimu. Tanpa ada perubahan dari dalam diri kamu sampai kapanpun keadaan tidak akan berubah tanpa kamu merubah keadaan itu.”
Aku kaget mendengarkan pernyataan dari Rina. Entah mengapa temanku ini berubah jadi pintar. Mungkin otaknya sudah terkontaminasi dengan bakso yang ia makan. Setelah selesai makan,kamipun kembali ke kampus dan kuliah dengan Dosen pengampu yang terkenal Jorok.
Pak Danu, yang sering menjelajahi hidungnya dan mengambil sesuatu di hidungnya (upil) dosen yang membuat aku muntah. Tapi aku tetap mempertahankan bakso yang ada di perutku, mahal-mahal aku beli masak aku keluarkan lagi. Dua jam berlalu dan kuliahpun selesai.
“Ikut denganku, nanti kamu akan tahu bagaimana cewek itu jadi cewek yang sebenarnya.” Rina menarik tanganku.
Aku mengikuti langkahnya dengan tergesa-gesa. Kami naik angkot berwarna biru tua. Entah Rina mau menngajakku kemana. Aku hanya pasrah saja.
Tiga puluh menit berlalu akhirnya kami sampai di muka pintu sebuah salon ternama di Bandung. Aku kaget dan ketakutan. Aku pegang kantong celanaku, tak berasa ada uang di dalamnya.
“sudah tenang saja aku yang bayar, kan aku yang mengajak kamu.”
“Ta..tapi...”
“Cerewet.”
Aku mulai memasuki tempat yang begitu luas itu. Pelayan yang cantik berwajah oriental itu mempersilakanku duduk di kursi yang sudah disiapkan. Tangan-tangn terampilnya mulai menjelajahi wajahku. Awalnya akku berasa risih, tapi lama-kelamaan aku mulai nyaman dengan apa yang ia lakukan. Aku pasrah mau dijadikan apa. Demi Andre aku rela melakukan apapun.
Dua jam berlalu akhirnya aku keluar dari salon itu. Sedari tadi Rina menatapku heran. Entah apa yang ia pikirkan.
Hari ini aku berangkat ke kampus agak siang. Hanya ada kuliah siang saja. Aku memakai t-sert pemberian kakak sepupuku. Dan jins aneh yang tak pernah aku pakai sebelumya. Aku merasa aneh dengan penampilanku tanpa kawat gigi dan kacamata yang selalu berhias di wajahku.
Ada kegiatan aneh, banyak anak yang memperhatikanku. Aku heran dengan apa yang mereka lakukan. Mungkinkah mereka kagum akan pesonaku. Hah.. mulai berkhayal lagi.
“Hai..cew....eh, kamu Anita ya..?” sapa Joko. Dia terlihat tak percaya.
“Kamu beda.” Ucap Andre yang membuat aku tersenyum manis.
Hari ini aku benar-benar bahagia, dan aku sangat berterimakasih kepada Rina yang juga telah merubahku. Sikap Andre mulai berubah dia lebih sering menyapaku. Dan aku pun membalas sapaannya.
“Pulang bareng yuk.” Ajaknya
“Iya..” akupun tak menyia-nyiakan kesempatan yang langka itu.
Kedekatanku dengan Andre membuat aku semakin jauh dengan Rina. Aku sering mengcuhkannya. Bahkan kulliahkupun terbengkalai. Banyak tugas yang takku selesaikan. Dan parahnya IP ku turun drastis. Aku mendapatkan protes keras dari keluargaku. Tapi aku berdalih banyak kegiatan di luar kampus yang membuat aku tak bisa berkonmsentrasi terhadap materi kuliah. Dan mereka percaya.
Rina yang mengetahui keadaanku langsung protes.
“kamu ini kenapa sih An? Aku tahu kamu memang terobsesi dengan Andre, tapi tidak begini juga kan.”
“Alah kamu jangan seperti ibuku deh, bawel.”
“Sebagai teman aku hanya mengingatkan.”
“Kamu kan yang meminta aku mengubah nasipku sendiri, sekarang aku sudah mengubahnya. Ow, jangan-jangan kamu merasa tersaingi?”
“Pikiranmu sudah tidak waras.”
Rina pergi meninggalkan aku. Aku hanya berbalik dan tersenyum kecut kepadanya. Kini akku lebih sering bergaul dengan Sari dan Iyut si miss silocon.
Sekian lama bersama dengan Sari dan Iyut, aku menyadari bahwa mereka tak benar-benar tulus berteman. Mereka hanya memanfaatkanku saja. Dan aku mulai menghindari mereka berdua.
Yang lebih tragis lagi aku baru tahu bahwa orang yang selama ini aku puja bulanlah orang terbaik yang buat aku. Dia sering bertingkah kurang ajar. Dan yang lebih membuat aku marah adalah dia termasuk tipe cowok playboy. Aku menyesal telah mengejar-ngejar dia.
Kamalanganku tak terhenti disitu, aku telah kehilangan Rina teman terbaikku. Setelah akku bertengkar dengannya dia menjauhiku. Dan kini dia pindah ke Kalimantan mengikuti ayahnya yang dinas di sana.
Aku menyesal kenapa aku menjadi cantik. Ternyata kecantikan tidak bisa menjadi jaminan kebahagiaan. Dan aku menyesalai keadaanku sekarang. Jauh dari teman yang paling mengerti aku dan keluargaku mulai tak percaya lagi denganku. Padahal dalam hidup kepercayaanlah yang paling utama untuk mendapatkan kesuksesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar